Muhammad Novalian's Blog

ASSAlamu'alaikum ALL, Semoga Sedikit Ilmu ini bermanfaat untuk kita Semua! Jangan Bosen ya.,.,.,!!!! ^^

Kamis, 03 Juni 2010

Kisah Sang Pemimpin


Bismillahhi rahmanirrahim
Assalamu’alaikum WW.

Gimna saudaraku kondisi kalian skrng? Senang semangat, Baik, bosan atau sedih? apa yang kita sedihakan, harapan yang belum didapatkan? Tugas2 yang tidak henti-hentinya yang menjenuhkan? Yaa.,. begitulah….. Dalam melakukan tugas sebagai kewajiban kita memng harus punya motivasi diri dan semngat kerja yang tinggi dlm menaklukkan halangan, godaan dan kemalasan, Sebagai I’tibar kita untuk memanen hail panennya kita kelak.

Di sela kesibukan kita, di sini saya coba untuk mengutip dua kisah pada zaman Rasul, yang mungkin bisa menjadi inspirasi2 bagi kita sebagai calon2 pemimpin masa depan, baik itu presiden, Kapolri, Bupati, Gubernur, manager seorang Ayah, Ibu atau paling tidak untuk diri kita sendiri…Amiiin!

Wanita yang Mencuri

Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mecuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana (Q.S. AL –Maidah, 5: 38)

Terdapat seorang wanita bangsawan dari suku Bani Makhzum yang telah terbukti melalui pengadilan melakukan pencurian. Rasulullah pun menginstruksikan agar wanita pencuri tersebut dijatuhi hukuman potong tangan. Sebelum dilaksanakan, orang-orang dair Bani Makhzum meminta seorang sahabat dekat nabi yang bernama Usamah bin Zaid untuk menemui rasulullah agar pelaksanaan potong tangan tidak jadi dilaksanakan karena hal tersebut mereka anggap dapat mencemari citra dan nabi baik mereka.

Kemudian Usamah menemui rasulullah untuk menyampaikan negoisasi tentang keinginan orang-orang dari Bani Makzhum tersebut. Rasukl bersabda :”Apakah engkau meminta keringanan bagi mereka dari suatu hukuman yang telah ditetapkan Allah?”
Lalu Rasul memanggil kaum Musllimin untuk diberikan pencerahan dan penjelasan kepada mereka. “Wahai saudara-saudaraku, sesungguhnya binasanya orang-orang sebelum kamu karena mereka hanya melaksanakan hukuman terhadap orang-orang rendah yang bersalah. Sedangkan jika yang bersalah itu orang bangsawan, ia terbebas dari hukuman. Demi Tuhan yang nyawaku berada di tangan-Nya, seandainya Fatimah mencuri niscaya kupotong tangannya.”

Sikap Umar bin Khattab Terhadap Keluarganya

Setelah Umar menjadi Khalifah menggantikan Khalifah Abu bakar asy Siddiq, Suatu ketika Beliau akan membuat suatu undang-undang baru. Sebelum beliau mengeluarkan undang-undang itu, beliau terlebih dahulu membicarakannya dengan keluarganya.
“Baiklah Sebentar lagi bapak mau mengeluarkan undang-undang baru, inilah peraturannya” Keluarga Umar pun melihat2 peraturan yang diberikan Umar. Lalu Umar berkata, “siapa yang mau mentaatinya silahkan, yang mau melanggar juga silahkan, tapi saya ingatkan pada kalian, kalau nantinya ada keluarga Umar yang melanggar peraturan ini maka akan saya beri hukuman 2 kali lipat karena ia keluarga saya”.

Itulah kawan sedikit kisah tetapi saya pikir memiliki makna yang cukup dalam. Sebuah sikap yang tidak cengeng sebagai seorang pemimpin, tegas, sehingga hukum pun memiliki kewibawaanya sebagai aturan.

Kita ketahui bersama bahwa salah satu sifat hukum kita yaitu tegas dan berlaku untuk semua manusia di dalamnya tanpa terkecuali. Akan tetapi, kenyatannya di lapangan terkadang masih banyak penyimpangan yang masih terjadi. Hendaknya realisasi dalam menjalankan perundangan jangan seperti pisau, tajam di bawah dan tumpul di atasnya. Sakit dalam menyayat yang rendah tapi tumpul dan sulit untuk membelah yang di atas..
Semoga bermanfaat kawan. Dan mendapatkan I’tibar dari kisah tersebut


Undzur maa qola walaa tandzur man qola
(lihatlah isi yang dibicarakannya tanpa melihat orang yang mebicarakannya)
Wassalamu’alaikum ww.

Rabu, 24 Februari 2010

Pendidikan D1 Program Beasisiwa Teknik Ophar dan Dispather di Udiklat Palembang

KEIKHLASAN ITU?

Keikhlasan itu, Lapang

Sikap diri untuk melapangkan jiwa

Terhadap apa yang didapat,

Dengan cara mensyukuri nikmat


Keikhlasan itu, Ringan

kata ringan makna yang dalam

bagi orang yang beriman

karena mereka tahu hakikat kehidupan


Keikhlasan itu, Benteng

Benteng hati untuk ujian

benteng hati untuk bertahan

suatu kekuatan untuk kemajuan


Ikhlas itu, pasrah

Pasrah hatinya terhadap keputusan Allah

Menyerahkan semuanya pada Allah

Karena mereka tahu semuanya dari Allah

dan akan kembali pada Allah SWT


Ikhlas

Ya ikhlas

bukan hanya diam saat teraniaya

oleh perbuatan kerusakan

bukan hanya pasrah saat tersiksa

oleh kezoliman

tapi berserah diri setelah perjuangan

untuk menegakkan kebenaran

karena permasalahan berupa petaka

atau ujian,

tergantung apa yang telah dilakukan

di masa lampau.

Kebaikan atau kerusakan??


Create by : Muhammad Novalian, 18 Februari 2010

Kamis, 28 Januari 2010

SIFAT PENCARI ILMU YANG SUKSES

v Memiliki semangat yang tinggi tak kenal menyerah, keinginan yang tidak henti-hentinya, nafsu yang kuat dalam mencari ilmu, gairah yang tiada bandingnya dan antusias terhadap manfaat.

v Mengetahui buah dari ilmu yang agung, dampaknya yang terpuji dan hasilnya yang memuaskan.

v Bertahap dalam mencari ilmu, satu jumlah satu jumlah, hadits demi hadits, kemudian bab demi bab.

v Memulai dari hal yang paling penting kemudian kepada hal yang biasa; mendahulukan yang pokok dari cabang.

v Menggunakan kesempatan menghapal di waktu kecil dan di waktu muda

v Spesialisasi mendalam di bidang ilmu yang disukai, dan memfokuskan diri di bidang itu supaya timbul bakat yang dimilikinya.

v Menggunakan metode-metode belajar yang bervariasi berupa belajar langsung dari guru, membaca buku, mendengarkan, penelitian, dan diskusi.

v Mengulang-ulang pelajarannya untuk menjaga hapalannya, belajar memecahkan masalah dan mendalami ilmu.

v Pandai berkreasi dan menciptakan hal-hal yang baru, dan menjauhi mencontoh atau meniru orang lain.

v Mencari pengalaman kepada bidang-bidang lainnya untuk mendapatkan ide, dengan tetap memandang kepada perkembangan zaman.

v Mempunyai ketertarikan mengarang buku sesuai bidangnya, mengajarkannya, dan mengulang-ulangnya setiap waktu.

v Mengamalkan ilmu agama yang bermanfaat, karena sesungguhnya ini adalah masalah pokok dan hal prinsip.

Kunci Meraih Sukses

(Dr.’Aidh bin ‘Abdullah Al-Qarni

Posts